Sunday, July 7, 2013

Kisah Sedih Jero Wacik Ditinggal Pergi Kakaknya

Pramono Anung: Jero Wacik Wajib Ikut Konvensi Demokrat
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri ESDM Jero Wacik meluncurkan buku mengenai pandangan para tokoh terhadap dirinya. Buku yang diluncurkan di Hotel Dharmawangsa, Minggu (7/7/2013) malam berjudul "Jero Wacik di Mata 100 Tokoh".
"Hari ini saya meluncurkan Jero Wacik dimata 100 Tokoh," kata Jero dalam sambutannya.
Latar belakang ditulisnya buku tersebut karena berfikir positif sejak kecil yang dipegang Jero Wacik. "Sejak kecil sampai sekarang dan sampai nanti berpikir positif," tuturnya.
Jero mengaku sejak kecil tidak pernah kekurangan sahabat. Ia pun sering menjadi juru damai bagi teman-temannya yang berselisih. "Saya lihat sahabat itu sisi positif, pasti 90 persen memiliki kelebihan, hanya 5-10 persen kekurangan," katanya.
Jero Wacik selalu memakai filsafat Bali dalam kehidupannya yang berintikan jangan merasa diri bisa namun orang lain yang menilainya. Mantan Menteri Pariwisata itu lalu bercerita mengenai kehidupannya yang sederhana saat kecil.
"Rumah saya tidak mewah dan mengambil air jauh sehingga mandi seminggu sekali," tuturnya.
Jero juga memiliki kisah sedih. Dimana kakaknya meninggal dalam umur yang muda. Itulah yang membuat Jero tidak ingin kehilangan sahabat.
"Saya bersaudara delapan, kakak saya meninggal waktu kecil, ada dua minggu, ada 10 hari. Semua meninggal masih kecil, saya satunya diberi izin hidup sampai sekarang, saya haus terhadap sahabat, saya takut kehilangan teman sekarang begitu banyak atasan, dan teman banyak mengajar saya. Biar saya ditinggal kakak, saya punya teman lain," ungkapnya.

No comments:

Post a Comment